Slizzy Sucker
Selasa, 26 Juli 2011
+ Album of The Day: Transformers: Dark of the Moon – The Album
Kerjasama duo produser-sutradara Steven Spielberg dan Michael Bay yang sukses dengan film adaptasi animasi Transformers berlanjut sampai seri ketiganya yang kini diberi judul Transformer: Dark of the Moon. Meski tidak jelas apakah film ini akan tayang di Indonesia atau tidak, dikarenakan kisruh peraturan film yang tengah menjadi opini publik, tidak ada salahnya kita menyimak kumpulan artis yang menyumbangkan lagu-lagu mereka sebagai bagian dari album soundtracknya.
Sama halnya dengan dua film sebelumnya, Transformers: Dark of the Moon tetap mengundang nama-nama yang berasal dari skena musik rock-alternative untuk mengisi album ini. Keriuhan dalam distorsi gitar yang ekspresif, ketukan drum yang menggebu dan vokal-vokal gahar yang berteriak adalah hal-hal yang pasti akan didengar saat album ini diputar.
Namun, Linkin Park yang telah hadir semenjak di album soundtrack filmnya, justru hadir membuka album ini dengan nomor lembut yang sangat menyejukkan. Iridescent mungkin masih menangkap elektornika sebagai esensi materi lagu akan tetap dengan vokal Chester Benington yang terdengar lirih, membuat single yang dibantu produseri oleh Rick Rubin ini terdengar sangat sendu dan subtil.
Memasuki track kedua, Paramore segera menghentak dengan Monster milik mereka, yang seolah menjadi personifikasi dari esensi film laga-fantasi tersebut dan Paramore memberikan aransemen rock mereka dengan tepat guna dalam tempo medium. Ada saat vokal Hayley berteriak namun disaat lain bernyanyi dengan cukup lirih. Tensi kemudian makin dinaikkan dengan kehadiran rock-opera dengan pengaruh elektro-pop diawalnya ala My Chemical Romance dalam The Only Hope for Me Is You. Dilanjutkan dengan nomor murung, Faith (When I Let You Down) yang tidak melupakan ciri khas Taking Back Sunday yang menampilkan distorsi gitar dan gebukan drum yang intens namun tetap dalam sentuhan emo yang solid, sehingga lagunya tidak terdengar terlalu bising.
Rasanya sudah cukup lama tidak mendengarkan materi baru dari band alternative dengan pengaruh grunge ternama, Staind dan beruntung album ini menampung single baru mereka, The Bottom yang nantinya akan terdapat dalam album baru mereka, Seven (2011). Salah satu band bergaya post-grunge namun dengan sentuhan hard-rock kental, Art of Dying menyusul dengan single Get Thru This. Selanjutnya, Goo Goo Dolls mempersembahkan sebuah lagu pop-rock manis dalam tempo sedang dan meski tidak semelodrama Iris, akan tetapi vokal gahar John Rzeznik kini terdengar lebih santai dan sedikit sendu. Riff gitar bertugas sebagai teman melodi untuk lagunya yang memang terdengar sangat harmonis, dimana unsur string menambah kesan romantisnya. Dalam koridor rock ala Goo Goo Dolls, tentu saja
Band asal Kanada, Theory of a Deadman, menyumbangkan Head Above Water dari album up-and-coming mereka, sebuah rock-mid-tempo yang melodik dan sing-a-long yang manis. Untuk menambah semarak, tidak ada salahnya band post-hardcore seperti Black Veil Brides untuk menyumbangkan Set the World on Fire milik mereka untuk menambah riuh album ini, sedangkan Skillet yang terkenal dengan aliran alternative-metal mereka memberi Awake & Alive dan kehadiran band progresive metal seperti Mastodon terasa tepat untuk menutup album ini. Just Got Paid seolah-olah bermain sebagai klimaks yang dipenuhi dengan semangat dan meledak-ledak.
Meledak-meledak mungkin istilah yang cukup tepat untuk album Transformers: Dark of the Moon – The Album ini. Duo produser Randy Spendlove dan Livia Tortella cukup cerdik untuk tidak melulu mencari materi dari album-album baru saja akan tetapi cukup rajin untuk membongkar-bongkar koleksi reportoire lama, sehingga album ini tidak melulu menjadi sebuah album promosi akan tetapi sebuah album kompilasi yang cukup cemerlang dalam menyusun daftar penyumbang materinya. Apalagi dengan barisan pendukungnya yang terdiri atas nama-nama populer dan juga relatif tidak terkenal, membuat album terasa cukup eklektik dan tidak terlalu pasaran. Pada akhirnya, Transformers: Dark of the Moon – The Album tidak melulu hanya sebagai sebuah album soundtrack akan tetapi juga sebuah album yang mencatat kegemilangan rock itu sendiri. Direkomendasikan!
+ Single of The Day: Lady Gaga – The Edge of Glory
Dibuka dengan bunyi degup jantung, The Edge of Glory kemudian disusul oleh vokal Lady Gaga yang jelas terpengaruh oleh keriuhan vokal rock dan diiringi musik olahan synth. Gaga pun bernyanyi:
“There ain’t a reason you and me should be alone tonight, yeah baby / Tonight, yeah baby / I got a reason that you should take me home tonight.”
Beat pun kemudian mulai bergerak dalam tempo yang semakin cepat. Puncaknya saat di chorus ia berteriak lantang dengan tarikan suara yang biasa kita dengarkan dari lagu-lagu pop-rock di era 80-an.
Pada awalnya The Edge of Glory diniatkan hanya sebagai single promosi untuk perilisan album kedua Lady Gaga, Born This Way. Namun dengan sambutan yang sangat positif untuk single ini, tidak heran Gaga kemudian merilis The Edge of Glory sebagai single resmi ketiga. Sebuah keputusan yang tidak salah memang, karena single yang ditulis dan diproduseri oleh Lady Gaga, Fernando Garibay dan DJ White Shadow ini terdengar sangat cerah, berbanding terbalik dengan single-single sebelumnya. Menjelang akhir, pengaruh smooth jazz merasuk dengan penggunaan saxophone yang dimainkan oleh Clarence Clemons.
The Edge of Glory terdengar cukup berbeda dengan kebanyakan single Gaga yang kita kenal. Tidak ada penggunaan auto-tunes yang massif disini dimana Gaga cenderung mengandalkan vokalnya secara lebih murni; tidak ada narsisme dengan Gaga-isme seperti yang terdapat dalam Poker Face, Bad Romance atau Judas; dan kita dapat merasakan Gaga menyanyi dengan lebih jujur dan subtil, meski unsur dansa masih tetap berperan besar di single ini.
Gaga menulis single ini sebagai penghormatan terhadap kakeknya yang telah meninggal. Terinspirasi disaat-ssat terakhir sang kakek, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Gaga ingin menangkap momen kenangan bersama kakeknya tersebut dalam sebuah lagu yang melodius sekaligus inspiratif. Apakah berlebihan jika kita kemudian menyebut The Edge of Glory adalah sebuah pop-anthem yang hebat? Bisa saja. The Edge of Glory sekaligus membuktikan jika Gaga adalah artis dengan versalitas yang cukup mumpuni.
Lihat videonya disini
+ Top 10 Music Videos: Rihanna

10. California King Bed
Rihanna terlihat sangat cantik dengan balutan lingerie dengan seorang model pria disebuah tempat tidur yang sangat besar, bukan hanya itu alunan musik yang sangat menyentuh serta pembawaan Rihanna yang sangat mengahayati setiap adegan, membuat video tersebut sangat menarik. Suasana Sunset California yang sangat kental membuat video ini sangat beda dengan video clip Rihanna sebelumnya, dengan Set video sebuah kamar tidur yang sangat cantik dan mewah membuat perbincangan dan mendapatkan sanjungan dikalangan Designer Interior ternama. Lihat Videonya disini

9. SOS
SOS merupakan debut single dari album keduanya A Girl Like Me yang langsung sukses nangkring di jawara 1 Hot Billboard 100 US. Musik yang club banger dan energik menjadikan ciri khas dari musik video SOS. Video yang digarap oleh Chris Applebaum. Musik video yang disetting unik dan sexy ini sangat direkomendasikan untuk ditonton. Rihanna makin banyak menggunakan dance yang sexy dan energik di video ini dan tak luput dengan style kostumnya yang mencirikan Gadis Pulau. Lihat Videonya disini

8. Umbrella
Rihanna datang kembali dengan wajah barunya pada album ketiga Good Girl Gone Bad dengan debut single yang sukses spektakuler dan diterima diseluruh pelosok dunia. Tentunya dibarengi dengan musik video yang fenomenal yang digarap oleh Chris Applebaum. Siapa yang tidak kenal Umbrella video? Pasti semua orang tahu. Temanya sangat unik dan Rihanna tampil diluar zona nyamannya dengan kostum serba hitam sexy beserta payungnya menari diatas kembang api, scene menari dengan efek tumpahan air, dan scene dimana Rihanna tampil naked dengan seluruh badan dibaluri silver efek. Video umbrella juga meraih Video Of The Year MTV Video Music Awards 2008. Lihat Videonya disini

7. Don’t Stop The Music
Rihanna kembali menggemparkan dunia musik, single ke-4 dari Good Girl Gone Bad ini mempunyai konsep video yang sama dengan SOS dan Pon De Replay. Bersetting di sebuah club yang berada dibelakang Candy Store, Rihanna datang ke Candy Store dengan simple mini dress dan masuk untuk berpesta. Di video ini untuk pertama kalinya Rihanna menjadi co-director dengan director : Taj. Bagi yang menonton video ini pasti akan terhipnotis dengan scene dance yang sangat natural dan suite dengan musik. Video ini mengambil konsep Club tahun 90-an, berbeda dengan SOS dan Pon De Replay. Lihat Videonya disini

6. Take A Bow
Take A Bow sebagai debut single dari album Good Girl Gone Bad Reloaded langsung meraup sangat sukses dengan langsung masuknya ke posisi nomor 1 Hot Billboard 100 US. Di video kali ini Rihanna tampil dengan gaya rambut baru dan dengan style tomboy, video Take A Bow digarap oleh Anthony Mandler. Video ini terlihat sangat simple dan sangat ekspresif dengan gaya khas Rihanna yang tomboy namun tetap classy. Video ini menggunakan model laki-laki sebagai pria yang terus memohon kepada Rihanna untuk dimaafkan. Lihat Videonya disini

5. Disturbia
Kali ini Rihanna tampil dengan gaya yang sangat spooky dan super sexy. Yap, Disturbia menggunakan konsep seperti Michael Jackson video “ Thriller”. Video yang digarap Anthony Mandler ini banyak mendapat pujian karena konsepnya yang unik, dark dan sexy. Rihanna berperan sebagai zombie dancer yang fantastic. Koreografi video ini dipegang oleh Tina London, alhasil dance-dance ala zombie yang sangat unik ada di video ini. Scene paling favorite ketika Rihanna datang dengan tarian zombie beserta zombie dancer lainnya, selain itu scene dimana Rihanna berada di dua tembok dengan kostum semi nude beserta tarantula-tarantula. Di video ini Rihanna sangat total. Lihat Videonya disini

4. Russian Roulette
Rihanna hadir kembali dengan album barunya yaitu Rated R yang bernuansa dark. Anthony Mandler kembali menjadi kepercayaan Rihanna untuk membuat video ini. Russian roulette merupakan video yang sangat cinematic dan dramatic. Rihanna tampil dengan wajah sedih beradu akting dengan lawan main yang mengambil model laki-laki juga sebagai pemain. Adegan favorite disini ketika Rihanna berada didalam air dan banyak peluru datang menembak dan Rihanna bersimbah darah. Russian Roulette merupakan video ter-dark yang pernah Rihanna buat. Lihat Videonya disini

3. Rude Boy
Rupanya Rihanna tidak mau lagi terlihat muram dan sedih, di video Rude Boy ini Rihanna tampil sangat sexy, naughty dan ceria. Video yang digarap oleh Melina Matsoukas ini mengambil tema Jamaican Reggae, dengan warna-warni khas Jamaica serta dance yang sangat unik. Video ini paling berbeda dari video Rihanna yang lain, karena seluruh video menggunakan efek animasi yang colourful. Video ini juga menjadi video yang paling sering diputar di MTV selama tahun 2010. Congrats Riri!! Lihat Videonya disini

2. Only Girl (In The World)
Rihanna kini tampil dengan gaya baru dan album baru yaitu LOUD. Only Girl sebagai debut pertama langsung meraup sukses di seluruh dunia. Video ini kembali digarap oleh Anthony Mandler dengan konsep yang sangat unik. Rihanna benar-benar menjadi The Only Girl In The World, Rihanna berada di padang bunga menari-nari dan berada di ayunan yang berada ditengah padang pasir. Video ini sangat indah untuk dilihat dan untuk pertama kalinya Rihanna tampil dengan gaya rambut merah. Lihat Videonya disini

1. S&M
S&M merupakan video terkontroversial yang pernah Rihanna buat. Video yang digarap oleh Melina Matsoukas ini sampai dibanned di 11 negara karena dianggap terlalu vulgar. Jika anda melihat video ini, sebenarnya Rihanna tidak tampil telanjang melainkan hanya adegan-adegan nakal seperti mencambuk press dan adegan makan pisang yang dianggap terlalu vulgar. Namun secara keseluruhan video sangatlah bagus dengan konsep yang unik dan colourful. Di video ini juga melibatkan Perez Hilton (Gossip Blogger terkenal) sebagai cameo. Rihanna pun bilang kalau video ini merupaka video terbaiknya yang selama ini pernah dibuat. Lihat Videonya disini
+ Album of The Month: Jessie J – Who You Are

Jessie J membutuhkan waktu seumur hidupnya untuk mengumpulkan inspirasi, membuat konsep, dan menyajikan musik untuk album perdananya ini. “Who You Are” adalah luapan personal yang bisa dihadirkan oleh Jessie bagi penikmat musik. Enggak mesti mengotakkan mereka yang suka pop, folk, rock, maupun hip-hop, Jessie dengan cermat mengkompilasi semuanya dalam paket berisi 13 track yang punya satu ciri, yaitu current. Siapapun dikasih kesempatan untuk punya minimal satu lagu favorit dari album ini. Contohnya aja ‘Price Tag’. Single andalan dari album yang rilis pada Februari lalu yang menampilkan rap dari B.o.B ini aja banyak banget penggemarnya. Karena dari musik dan liriknya juga like-able.
Sejak Natasha Bedingfield hadir sebagai vokalis cewek super seru di Inggris, rasa-rasanya kita enggak pernah kehabisan vokalis cewek yang punya aura serupa. Sebut saja Amy Winehouse, Pixie Lott, Ellie Goulding, dan sekarang Jessie J. Masing-masing punya ciri yang lekat dengan karakter musik dan vokalnya. Kalau untuk Jessie, dia punya bakat alami menghipnotis (atau terkadang menginspirasi) lewat liriknya. Seperti ‘Nobody’s Perfect’ dan ‘Who You Are’ yang secara nyata memandu kita untuk mencintai diri sendiri dan tetap melakukan yang terbaik. Yes, she has mad vocal which will blow you away. Keunikan yang ada di vokalnya juga diimbangi dengan kemampuannya mencapai nada-nada tinggi, sehingga nyanyiannya sangat berkesan. That mad vocal juga bisa kita temui di ‘Big White Room’ dan ‘I Need This’.
Keberagaman musik akan membuat kamu enggak bosan mendengarkan album ini. Udah pada dengar ‘Do It Like A Dude’ kan? Hit single ini yang rilis sejak tahun lalu ini memang tiada duanya. Di dalamnya kita mendengar erangan gitar elektrik berbumbu beat R&B dan hip-hop yang dinamis dan vokal Jessie yang unik itu benar-benar menghias sempurna lagu ini. It’s my most fave track in the album! Enerjik serupa akan ditemui di ‘Who’s Laughing Now’, ‘L.O.V.E’, dan ‘Rainbow’. Keseriusannya memadu komposisi musik bisa dinikmati dalam ‘Casualty Of Love’ dan ‘Mama Knows Best’. Disini Jessie mengambil jalur pop dengan fuse soul dan jazz. Impressive, really! Jika diambil kemiripan, maka Natasha Bedingfield dan Pixie Lott-lah yang terdekat dengan Jessie J. Itu sangat terasa di ‘Stand Up’ dan ‘Abracadabra’.
Jessie mesti bangga atas kemampuannya mencipta album ini. Sebagai singer-songwriter, memang pencapaian tersendiri mampu membawakan lagu-lagu hasil pemikiran pribadi dengan interpretasi tepat terhadap apa yang dinyanyikan. Dan dirinya pun disokong dengan keberadaan orang-orang yang terkenal sebagai hit maker di indurstri musik untuk ini, di antaranya Dr. Luke dan Toby Gad. Bahkan sebelum kehadirannya secara utuh dengan “Who You Are”, dirinya sudah mendapat simpati dari media sehingga dianugerahi The Next Big Thing di tahun 2011 ini. This album is exquisite. Dan apapun pilihan sebagai single selanjutnya, ‘Abracadabra’, ‘Nobody’s Perfect’, atau ‘Casualty Of Love’, ketiganya bisa stand out dan kembali memberi hit pada seorang Jessie J.
+ Single of The Day: Katy Perry – Last Friday Night (T.G.I.F.)
Pertama kali mendengar lagu ini, entah kenapa saya begitu yakin Katy Perry bakal menelurkannya sebagai single. Dan, ya, terbukti! Last Friday Night menjadi single kelima di album Teenage Dream. Ada kemungkinan akan menjadi single penutup, meskipun tidak ada pemberitahuan khusus.
Sesuai nama albumnya, lagu ini ‘teenage’ banget.
Last Friday Night
Yeah, we danced on table tops
And we took too many shoots
Think we kissed, but I forgot
Menceritakan tentang gila-gilaan di malam jumat. All about party. Mabuk-mabukan dengan strange people. Menari-nari di atas meja bar. Melanggar peraturan. Liar!
Lagu ini dikemas dengan apik. Dance pop tak lagi sama ketika kamu mendengar lagu yang diproduseri Max Martin dan Dr. Luke ini. Elemen-elemen disko 80-an tak meninggalkan kesan jadul. Katy Perry membawakan lagu ini dengan santai, memaksa tubuh kita untuk ikut bergoyang. Belum lagi dengan saksofon yang menggema di bagian bridge, membuat lagu semakin terdengar seksi. Sungguh, lagu ini berpotensi menduduki ‘kursi tertinggi’ di segala chart.
Last Friday Night bukanlah lagu yang pantas untuk dipraktekan. Cukup pasang headsetmu, putar lagu ini, rasakan beat-nya, dan semua masalahmu akan terlupakan.
Lihat videonya disini.
+ Single of The Day: Nicole Scherzinger feat 50 Cent – Right There
Enggak dipungkiri saat mendengarkan ‘Right There’ milik Nicole Scherzinger dan 50 Cent ini berasa Rihanna dimana-dimana. Seperti penggabungan ‘Rude Boy’ dan ‘What’s My Name’, single terbaru Nicole dari debut album “Killer Love” ini secara nyata menjelma terdengar memiliki kemiripan dengan kedua single Riri tersebut. Well hey, mungkin faktor penentunya adalah keberadaan Ester Dean dalam credit penulisan lagu. Corak itu terasa kuat, tidak hanya berpengaruh pada sound music di dalam lagu, tapi juga pada vokal Nicole yang tak ubahnya berdendang dengan cara Riri. Tapi jangan lantas ngecap kalau Nicole justru kehilangan jati diri. Kemiripan tersebut bisa kita anggap sebagai formula “hit” yang bisa aja memberi lagu #1 lagi buat Nicole.
Tantangan terbesar Nicole dalam karir solonya pastilah melepaskan segala embel-embel The Pussycat Dolls yang sangat melekat pada dirinya. Sejauh ini, dia sudah membuktikan eksisnya nama pribadi lewat ‘Poison’ dan ‘Don’t Hold Your Breath’. Tapi itu baru di UK. Di kampung halamannya sendiri, ‘Right There’ ini yang dijadikan senjata peluncur, single andalan dari debut albumnya yang akan dirilis kemudian di US.
Pusaran musik R&B yang menggoda mengalir. Drum beat yang konstan terdengar di bagian verse dan chorus juga bridge memantapkan corak urban di dalamnya. Sexy, smooth, apalagi suara gitar sebagai intro lagunya, sedap banget! Enggak mikir 2 kali untuk ngaku suka ke lagu ini. Terlebih, hook nan catchy di setiap “come here baby e be my baby e be my baby” dan “keep it right there, keep it right there” yang tersedia di bagian chorus gampang tertanam di otak. Plus, bagian bridge yang interaktif mengajak pendengar untuk ikut serta berdendang bersama , “lemme hear you say yeah…”.
Oh iya, jangan lupa untuk menyaksikan video klipnya yang sekali lagi menunjukkan betapa senangnya Nicole tampil di depan kamera, yang bisa aja kamu sebut sebagai bentuk narsis. She’s pretty, anyway. Tapi bukan itu aja, di video ini kamu juga bisa menyaksikan gerakan dance Nicole yang handal. Plus kehadiran 50 Cent di dalamnya. Cap jempol buat Nicole dan single terbarunya ini. Enggak cuma eksis, tapi juga nge-hits!
Lihat videonya disini
Langganan:
Postingan (Atom)

